Hasil Diskusi Kelompok 3
(Stratifikasi Sosial dan Lembaga
Sosial)
Nama :
Faishol
Nur Rohman (1712143039)
Ibrahim
Kholil Majid (1712143033)
Lailatul
Badriah (1712143039)
Maidatul
Husna (1712143046)
Pada hari Rabu, 28 September 2016
setelah mendapat tugas dari Bu Zulfa tentang kuliah lapangan yang bertemakan
“Stratifikasi Sosial dan Lembaga Sosial” ketua kelas membagi kelompok menjadi 6
kelompok yang berjumlah 4 sampai 5 anggota didalamnya. Kami ditempatkan dikelompok nomer 3, setelah
mengetahui aggota kelompok kami melakukan diskusi sejenak untuk kesepakatan
kapan akan melakukan penelitian dan hal hal yang lain diperlukan saat
penelitian, dari hasil diskusi tersebut kami sepakat melakukan penelitian pada
hari Senin 03 Oktober 2016, dan kami juga sepakat untuk melakukan diskusi
setelah melakukan penelitian yaitu pada malam hari. Dalam diskusi tadi malam
dimulai sekitar pukul 20:00 WIB yang dimoderatori oleh Ibrahim Kholil Majid,
dan kelancaran dalam diskusi tadi malam juga didukung oleh Alifi Muzhaqqy seorang
mahasiwa jurusan Ekonomi Syariah yang membantu dalam merekam alur diskusi.
Moderator membuka diskusi, stelah memperkenalkan anggota kelompok kemudian
moderator mempersilahkan kepada para anggota kelompok untuk memaparkan hasil
penelitiannya, pemaparan hasil penelitian dimulai dari Faishol Nur Rohman,
lanjut ke Lailatul Badriah, kemudian Maidatul Husna dan yang terakhir adalh
moderator sendiri yaitu Ibrahim Kholil Majid. Berikut hasil penelitiannya :
1. Faishol
Nur Rohman
Pemnelitian
yang saya lakukan kemarin bertempat di kec. Wlingi tepatnya yaitu pada DINAS
PERHUBUNGAN, KOMUNIKASI DAN INFORMASI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR II. Sesampainya
di tempat pengujian kendaraan II tersebut saya melihat memang di sini
mereka tidak terlihat miskin semua karna memang semua yang datang kesini selalu
membawa mobil yaitu mobil khusus angkut barang maupun angkut orang. Jadi, dapat
di simpulkan yang berada di tempat pengujian kendaraan tersebut tergolong orang
yang mampu karena tidak ada yang jalan
kaki. Setelah itu saya langsung bergegas
mencari beberapa orang untuk saya tanyai mengenai pelayanan yang sudah mereka
dapat dari PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR II ini.
Saya
menemui seseorang yang berpenampilan menarik kelihatanya ramah, beliau bernama
AGUS SETIAWAN beralamatkan doko, pekerjaannya adalah sopir travel, pendidikan
terahirnya SMA, berumur 37 tahun,memiliki 2 mobil ( 1 pick up 1 mobil
pribadi). beliau datang ke PENGUJIAN
KENDARAAN BERMOTOR II untuk menguji kendaraanya secara berkala yang
sudah telat dua bulan. Untuk keramahan petugas belimau memaparkan bahwasanya
campur campurada yang cuek ada yang ramah. Kalau pelayananya pak agus menilai
memuaskan karena pelayanan yang di berikan sudah Profesional dan sesui prosedur
Orang
kedua yang saya temui bernama Suwono berumur 52 tahun, beralamatkan di Binangun
, memiliki 1 truk, pekerjaan sopir. Datang ke PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR II
untuk menguji kendaraanya yaitu truk miliknya. Penilaian beliau terhadap
petugas adalah keramahan yang di dapat
kurang ramah dan untuk pelayanan yang
beliau dapat kurang dalam pelayanannya
karena banyak orang yang menunggu lama antrian sampai terlantar untuk uji
kendaraan
Orang
terakhir yang saya temui adalah bapak fatkur rohman saya temui beliau di luar area PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR II karena penuhnya area tempat parkir. pak fatkur
lulusan SMA, memiliki 2 mobil ( 1 L300 1 elf short) beralamatkan di desa Suru
Kecamatan Doko, beliau datang kesini sama degan 2 orang yang saya tanyai yaitu
ingin menguji mobil angkut orang (elf).
keramahan petugas menurut beliau
cukup ramah karenan PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR II disini baru di buka,cuman disini selalu
menunggu lama untuk antri uji kendaraanya
terlalu lama. Untuk prosedur pelayanan di sini bapak ini memaparkan cukup memuaskan karena
prosedur yang di buat dijalankan.
2. Lailatul
Badriah
Tempat Penelitian
: Kantor Kelurahan Tangkil Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar
Unit Pelayanan : Pelayanan Administrasi Kependudukan
Alamat : Desa Pandean, Jl. Kepundung No. Wlingi
Blitar
Motto :
Mudah, Cepat, dan Ramah Dalam Pelayanan, Terdepan Dalam Pembangunan
Visi : Menjadikan Kelurahan Tangkil terdepan
dalam pelayanan dan Pembangunanyang
berwawasan lingkungan, menuju masyarakat yang aman, damai, sehat serta
berkualitas
Misi :
a. Peningkatan
kualitas sumber daya manusia petugas pelayanan melalui pendidikan dan pelatihan
formal atau informal, pemerian motivasi, menumbuhkembangkan keteladanan serta
mendorong kreatifitas dalam pelaksanaan tugas.
b. Peningkatan
kualitas administrasi pelayanan publik melalui penyediaan sarana dan prasarana
standar pelayananyang jelas, efektif dan efisien, serta tersediannya media yang
semakin mempermudah masyarakat untuk mendapatkan pelayanan serta pengawasan
yang lebih optimal
c. Peningkatan
kualitas pengembangan pemberdayaan masyarakat dengan menumbuhkembangkan rasa
memiliki dan kebanggaan terhadap pembangunan
Hasil Penelitian :
Penelitian saya memulai pada pukul 10:00
WIB dikantor Kelurahan Tangkil, setelah melakukan perizinan kemudian saya
melakukan wawancara sebagai berikut :
1. Pak
Toib beliau beralamatkan di desa Pandean Kelurahan Tangkil, umur 56 tahun,
pekerjaan beliau adalah Petani, dan Pendidikan terkahir adalah SD. Beliau ke
kantor Kelurahan untuk mengurus surat kehilangan Kartu Keluaga. Untuk keramahan
dari petugas menurut beliau petugas sangat ramah karena beliau sudah kenal
dengan petugasnya, tetapi untuk tingkat kepuasan beliau kurang puas karena
beliau harus bolak balik ke kantor kelurahan untuk melengkapi berkas berkas.
2. Bu
Dewi seorang guru TK, beralamatkan di desa Tangkil, umur 43 tahun, Pendidikan terakhir yaitu S1. Keperluan
beliau ke kantor kekurahan untuk mengurus surat kehilangan KTP. Menurut beliau
terhadap keramahan petugas kurang ramah karena beliau belum kenal dengan para
petugas yang melayani disisi lain kurangnya sambutan dari petugas, dan
kurangnya senyuman dari petugas. Untuk kepuasan terhadap pelayanan beliau
merasa kurang puas karena harus menunggu lama Pak lurah datang untuk memperoleh
tanda tangan, karena Pak Lurah sedang rapat.
3. Mbak
Erni seorang pemilik lembaga bimbingan Bahasa Korea “ Jareyo” yang beralamatkan
di desa Selotumpuk, umur 45 tahun, pendidikan terakhir yaitu S1 . Keperluan
beliau datang ke situ untuk mengurus perizinan memakai balai desa untuk sebuah
acara. Menurut beliau terhadap keramahan pertugas sangat ramah karena beliau
juga sudah kenal dengan petugas, disisi lain juga diajak ngobrol terlebih dahuu
oleh petugas, disambut dengan baik oleh petugas. Tetapi untuk ,kepuasan
terhadap pelayanan, beliau merasa kurang puas, alasannya sama seperti Bu Dewi
yaitu haus menunggu kedatangan Pak Lurah yang sedang rapat, sehingga harus
menunggu kurang lebih 30 menitan.
4. Mbak
Mia Lestari, seorang mahasiswi Universitas Negeri Malang, umur 21 tahun,
beralamatkan di desa Tangkil. Tujuannya ke kantor kelurahan untuk mengurus
surat beasiswa. Tentang keramahan petugas menurut dia kurang ramah karena tidak
menyambut dengan senyuman, disisi lain juga belum kenal dengan petugas.
Kejelasan dan kepastian pelayanan menurutnya sangat baik karena tidak harus
menunggu lama, karena saat itu Pak Lurah sudah datang dan sangat puas tehadap
pelayanan disana.
5. Mbak
Rita, kebetukan dia masih saudara dengan saya, dia bekerja sebagai teller di
bank BRI wilayah Malang, pendidikan terakhir S1 Adiministrasi Perkantoran, umur
30 tahun. Kebetulan dia sedang cuti karena habis melahirkan, tujuan Mbak Rita
ke kantor kelurahan untuk menanyakan prosedur pembuatan akte kelahiran anaknya
yang baru lahir dan juga pembuatan KK baru. Menurut Mbak Rita, petugas dalam
melayani termasuk kategori ramah, petugas menjelaskan dengan baik dan jelas
bagaimana cara membuat akte kelahiran, dan cara membuat KK. Sehingga untuk
kepuasan dalam pelayanan beliau puas terhadap pelayanan di kantor keluruhan.
Itulah
hasil wawancara yang saya lakukan dengan beberapa masyarakat. Selain itu saya
juga mengamati tentang masyarakat yang saya wawancarai tadi datang dari latar
belakang yang berbeda mulai dari segi pendidikan, pekerjaan, dan juga umur.
Saya lihat dari penampilannya dari kelima orang yang saya wawancarai juga
relatif sama tidak ada yang berlebihan, tetapi untuk orang ketiga yaitu Mbak
Erni dari segi penampilannya sangat berbeda dari yang lainnya karena nampak
modis dengan baju juga hijabnya, dari tasnya yang dibawa kelihatan barang yang
mahal, selain itu juga dilihat dari gadget atau handphone yang dibawa orang
yang pertama dan kedua membawa hp biasa (bukan android), sedangkan untuk orang
yang ketiga membawa I-phone, orang
yang keempat yaitu Mbak Rita membawa Samsung
Galaxy Mega yang samapai sekarang masih tergolong mahal dan hanya dapat
dibeli oleh orang yang mempunyai uang lebih, dan untuk orang yang kelima yaitu
Mbak Mia saya lihat membawa Hp Oppo Neo .
Untuk kendaraa yang ditumpangi saat datang ke kantor kelurahan untuk orang
pertama menggunakan sepeda dengan alasan jarak antara rumah dengan kantor
kelurahan sangat dekat. Orang kedua yaitu Bu Dewi menggunakan motor bebek,
untuk orang keempat yaitu Mbak Erni saat datang menggunakan mobil ketika saya
tanyai mengapa membawa mobil karena setelah dari kantor kelurahan kan menuju
tempat berikutnya untuk bertemu temannya yang ada di Blitar. Orang keempat
yaitu Mbak Rita menggunakan motor matik, dan orang kelima juga menggunakan
motor matik. Jika dilihat dari latar belakang yang berbeda dari masyarakat yang
hadir tidak ada diksriminasi yang didapat masyarakat semua dilakukan sama,
tetapi disisi lain tentang keramahan petugas, masyarakat akan merasa petugas
sangat ramah ketika disambut dengan senyuman, dan diajak mengobrol atau
berbincang-bincang terlebih dahulu, selain itu masyarakat merasa kurang
diramahi karena belum saling kenal. Jika dilihat dari tingkat kepuasan yang
didapat masyarakat khususnya dari 5
orang yang telah saya wawancarai tadi mayoritas cenderung kurang puas karena
dengan alasan harus menunggu Pak Lurah yang sedikit lama, sehingga ketepatan
dalam pelayanan membutuhkan waktu yang lama, selain itu juga ada yang gagal
mendapatkan pelayanan karena harus kembali lagi ke kantor kelurahan untuk
melengkapi berkas berkas sehingga belum puas karena belum mendapatkan
pelayanan. Jika dijabarkan maka
|
Pendidikan Terakhir
|
Pekerjaan Utama
|
Kendaraan Yang di Tumpangi
|
Handphone atau Gadget yang Dibawa
|
Cara Berpakaian
|
|
SD = 1 Orang
|
PNS/TNI/Polri
= 1 Orang
|
Sepeda = 1 Orang
|
HP Biasa = 2 Orang
|
Dalam Berpakaian
relatif sama
|
|
SMP = 0 Orang
|
Pegawai Swasta = 1
Orang
|
Motor = 3 Orang
|
HP Android atau I-Phone
= 3 Orang
|
|
|
SMA= 0 Orang
|
Pelajar/Mahasiwa= 1
Orang
|
Mobil = 1 Orang
|
|
|
|
S1 = 4 Orang
|
Wiraswasta=1 Orang
|
|
|
|
|
|
Petani= 1 Orang
|
|
|
|
3.
IBRAHIM KHOLIL
MAJID
Klinik
kesehatan Madina
Visi : Menjadi
Layanan Kesehatan Yang Tanggap dan Menjadi Pilihan Masyarakat
Misi :Memberikan
Pelayanan Kesehatan Yang Bermutu Secara Efektif dan Manusiawi dalam Suasasana
yang Ramah Bagi Pasien dan Keluargannya
Motto :Kami
Melayani Allah yang Menyembuhkan
Klinik kesehatan Madina ini berralamatkan di Desa Mangunan
Kecamatan Udanawu Blitar. Pada siang Hari Saya ditemani oleh teman saya
Ma’idatul Husna. Sasaran Kami adalah melakukan observasi secara Umum yaitu
terkait pelayanan Di Klinik kesehatan Tersebut dengan mewawancarai beberapa
Masyarakat yang sedang rawat inap disana. Ada empat masyarakat yang saya
wawancarai antara lain sebagai berikut :
Mas
Rudi yang aslinnya beralamatkan di desa Kalidawir Kabupaten Tulungagung Tapi,
dia ikut istrinnya yang beralamatkan di Desa Kolomayan Kecamatan Wonodadi.
Pendidikan terakhir Mas Rudi adalah SMA dan sekarang bekerja sebagai petani di
desanya. Mas Rudi adalah orang tua dari anak yang sedang dirawat inap di UGD
MADINA ini.
Hasil
wawancara dengan Mas Rudi tersebut yaitu yang pertama terkait registrasi
pendaftaran pasien disini pelayanannya mudah atau tidak? Menurut mas Rudi
pelayanan registrasi yang diberikan termasuk mudah dan termasuk cepat meskipun
banyak yang antri tapi juga tertib, terjaga dan aman. Tidak harus menunggu lama
seperti halnya di Rumah Sakit yang besar disini menurut Mas Rudi langsung ada
penanganan misalkan anaknya tersebut setelah di ruang penginapan oleh dokter
langsung di suntik. Saya juga bertannya apakah di rumah sakit ini sudah sesuai
prosedur misalkan pasien waktunnya mendapatkan obat atau makan sesuai jadwal itu apakah ada kendala telat, atau gimana
mas? Jawab Mas Rudi: terkait itu alhamdulillah gak ada kendala, misalkan obat,
dari dokternya pun memberikan resep apa obat yang harus dibeli untuk di minum
sebanyak 3 kali sehari dan makanan pun juga datang sesuai dengan jadwalnya.
Dokter dan perawatnya pun memberikan pelayanan yang bagus, baik kepada yang
dirawat ataupun keluarga yang dirawat, tidak sombong dan selalu murah senyum.
Seberpa puas mas, dengan pelayanan di RS. MADINA ini? Menurut Mas Rudi ini bisa
dikatakan sudah cukup puas dengan pelayanan di RS. MADINA ini, karena
pelayanannya cukup memuaskan meskipun dia dikalangan masyarakat menengah
kebawah. Meskipun ditanah kelahiran Mas Rudi di Tulungagung ada banyak rumah
sakit besar misalkan dr. ISKAK dia lebih memilih di sini karena selain biayanya
tidak mahal pelayanannya bagus juga tidak begitu jauh dari tempat tinggal
istri. Dari beberapa wawncara diatas saya menarik kesimpulan bahwa pelayanan
yang diberaikan bagus, memuaskan, pelayanannya cukup baik, perwat maupun dokternya
cukup ramah dan sopan kepada pasien, penjenguk maupun Keluargannya.
Selanjutnya
wawancara Saya kepada Bapak Arif yang sedang menunggu anaknya yang masih
berumur lima tahun yang sedang dirwat inap di UGD selama empat hari ini. Bapak
Arif ini beralamatkan di Desa Kandat Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri dengan
Pendidikan tarakhir SMA dan pekerjaannnya yaitu sebagai tani. Hampir sama
dengan pertanyaan yang sebelumnya terkait pelayanan awal yaitu registrasi
menurut Bapak Arif yaitu baik, bagus, meskipun antri tapi tertib dan lancar
tidak ada kendala dan cepat. Menurut bapak terkait kejelasan dan kepastian
dokter melaksanakan pelayanan? Menurut Bapak Arif ini tentunnya sudah jelas
mas, setelah registrasipun itu langsung ada penanganan dari dokter tanpa menunggu
lama seperti halnya di rumahsakit besar. Di sini menurut dia kedisiplinanya
alhamdulillah disini para dokter sudah tepat, misalkan waktunnya di perika 3
kali sehari dokternya pun saya kira sudah datang dengan tepat waktunnya,
sekaligus memberikan resep obat yang harus dibeli.
Selanjutnya
bapak ini pun juga menggunakan BPJS, menurutnya pelayanannya yang di berikan
sangat memuaskan karena katannya tidak ada perbedaan anatar yang menggunakan
BPJS dengan yang mandiri sama-sama diperlukan dengan adil, sopan, ramah.
Kepuasan Bpk Arif di UGD ini cukup puas, dengan penanganan yg cukup cepat
karena ketika anak saya, saya bawa kesini kemaren langsung ada penanganan tanpa
menunggu lama, dokter dan perawatpun orangnya murah senyum, ramah, dan sopan,
hal yang sedemikian itu salah satunnya yang membuat saya puas. Ketika saya
melihat pengumuman dilarang menjenguk diatas jam 10 malam saya mencoba tanya
bapak Arif yang sudah empat hari menunggu anaknya. Apakah peraturan dilarang
menjenguk diatas jam 10 malam, pada kenyataanya hal seperti ini sudah berjalan
disini. Sepengetahuan bapak arif ini Memang peraturan tersebut ada mas, jam 10
keataspun masih banyak orang yang menjenguk dan berkeliaran jaan-jalan. Petugas
keamanan pun tidak memberikan peringatan ataupun pengetahuan kepada masyarakat
yang sedang menjenguk,
Kesimpulan
saya memang pelayanan yang telah di berikan oleh RS. MADINA sudah bagus, sudah
sesuai dengan prosedur penanganannya cepat, tepat,tanggap, sopan, ramah,
sehingga secara tidak langsung akan menanamkan sebuah kepuasan terhadap
pelayanan yang telah diberikan oleh Rumah Sakit terhadap Masyarakat dan tidak
memandang orang awam maupun orang yang sekirannya kaya, akan tetapi
pelayanannya tetap sama. yang sesuai dengan visinya yaitu “Menjadi layanan
kesehatan yang tanggap dan menjadi pilihan Masyarakat”. Meskipun ada sedikit
kendala dalam hal kedisiplinan orang yang menjenguk kurang ditegaskan karena
jam 10 malam lebih pun masih ada yang berkeliaran orang yang menjenguk.
Seterusnya
saya mencoba bertanya-tanya kepada ibu samiyah yang beralamatkan di desa
ponggok kecamatan ponggok kab blitar. Pendidikan terakhirnya SMA, pekerjaan
yaitu sebagai peternak ayam Hasil wawancara dengan Ibu sumiyah yaitu: Dalam hal
registrasi tidak ada kendala dan bahkan meskipun mengantri akan tetapi tidak
begitu lama, aman,tertib. Selanjutnya terkait penaganan yang diberikan cukup
tanggap karena setelah registrasi pasien langsung ditangani misalkan langsung
di suntik ataupun ditindak lanjuti dengan yang lainnya. Pelayanan yang
diberikan selama ini menurut ibu samiyah sangat baik, bagus karena para
dokternya secara rutin tepat waktu untuk memeriksa pasien misalkan melihat
perkembangannya. Selanjutnya memberikan resep obat yang harus di beli, misalkan
keluarga pasien masih tidak memiliki uang pun bisa menghutang dulu. Tapi, ibu
samiyah ini merupakan orang yang bisa dikatakan kaya karena dia menjadi bos
ternak ayam, dia mencarikan ruangan untuk anaknya pun di ruang yang khusus yang
hargannya sekitar tiga ratus ribuan satu hari. Akan tetapi terkait pelayanannya
pun sama dengan yang lainnya tidak ada perbedaan terkait pelayanan kesehtan
jadi sama-sama adil penanganannya, tapi yang membedakan adalah secara fasilitas
kamar yang mungkin agak lebih baik yang saya kira secara strata sosialnya tidak
ada penyimpangan. Para dokter maupun perawatpun menurut bu samiyah sendiri
cukuplah ramah, sopan santun terhadap pasien mapun keluarga pasien karena
misalkan melihat orang murah tersenyum menyapa dengan lembut, tidak sombong.
Sehingga Ibu samiyah sendiri sangat puas terhadap pelayanan yang telah di
berikan Klinik Praatama MADINA, ibu samiyahpun tidak ragu lagi dengan pelayanan
yang diberikan karena sering ke sini kalau ada apa-apa. Hanya terkait
ketertiban jam jenguk malam kurang tertib karena jam sepuluh lebih masih rame
kadang orang yang menjenguk.
Terakhir
yaitu Ibu Tina yang sedang menunggu saudarannya yang sakit sekitar masih satu
hari. Dia beralamatkan di Srengat Kabupaten Blitar, pendidikanterakhir SMP dengan pekerjaan di
warung makan, umrnya sekitar 46. Hasil penelitian Ibu tina ini menurut saya
hampir sama dengan pendapat-pendapat orang-orang yang sebelumnya saya tanyai.
Yang pada intinnya adalah Puas sekali dengan pelayanan RS. MADINA ini dokternya
ramah, perawatnya ramah, sopan. Pelayanan dokter, perawatpun juga memuaskan ,
tidak ada perbedaan antara orang kaya dan orang biasa terkait pelayanannya
tetap sama. Hanya saja sedikit berbeda ketika saya bertannya dengan adannya
batasan orang menjenguk dimana tidak boleh menjenguk diatas jam sepuluh apakah orang-orang
disini sudah menaatinnya menurut ibu tina ini sedikit bertolak belakang dengan
pendapatnya Mas Rudi kalau ibu tina menjawab ia memang ada batasannya jam
sepuluh malam jadi untuk yang menjenguk
diatas jam sepuluh malam tidak diperbolehkan hanya saja yang diperbolehkan
adalah keluarga yang menunggunnya.
Kesimpulan
dari empat orang diatas yaitu secara garis besar hampir sama terkait pelayanan
mulai registrasi, pelayanan obat, makan, penanganan cepat tanggap, perilaku
dokter juga ramah, sopan, santun. Dan lain-lain bisa diktakan bagus dan
memuaskan para pasien maupun keluargannya. Tidak ada juga perbedaan antara
orang yang kaya, maupun orang yang mengah kebawah, pelayanan yang di berikan sudah sesuai dengan
visi misi dan motto KLINIK PRATAMA MADINA.
4. Maidatul
Husna
Penelitian di RS Ananda
Telepon : 342553472
Alamat : Jalan
Mastrip No. 14 Srengat
Lokasi : Blitar, Jawa
Timur
Tipe : Swasta
VISI
:
Mewujudkan
RSU Ananda sebagai rumah sakit pilihan utama yang berpenampilan, berprofesi,
dan beretika bagi masyaraakat.
MISI
:
Mewujudkan
pelayanan masyarakat yang profesionl, beretika dan berorientasi pada kepuasan
masyarakat.
Mewujudkan
pelayanan yang terbaik sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat.
Mewujudkan
suasana pelayanan rumah sakit yang ramah dan nyaman.
Saya
melakukan penelitian pada hari Senin tanggal 03 Oktober 2016, di mulai pada
pukul 12 siang. Penelitian yang saya lakukan di dampingi oleh rekan saya
Ibrahim Kholil Majid. Saya memilih di unit kesehatan karena menurut saya bidang
kesehatan sangat dinilai masyarakat berupa pelayanan yang mereka peroleh dari
berbagai tempat pelayanan seperti bidan, puskesmas, maupun rumah sakit. Di lain
hal, responden di unit rumah sakit tidak di batasi kedatangan nya di tempat
tersebut, karena responden yang selalu di tempat dan menjaga keluarganya yg
sedang di rawat inap jadi bisa di wawancarai. Berbeda dengan pelayanan publik
lainnya, yang kedatangan responden di batasi oleh waktu, jadi wawancaranya
tidak bisa berlama-lama dan tidak bisa santai.
Di
dalam penelitian yang saya lakukan, saya bedakan menjadi dua, yaitu pengamatan
saya sendiri mengenai bagaimana pelayanan petugas dan wawancara terhadap
responden yang saya bagi dalam beberapa golongan untuk bersuara tentang layanan
yang di berikan. Yang pertama yaitu penelitian berupa pengamatan yang saya
lakukan. Dari pengamatan saya membagi menjadi 2 tempat yaitu di bagian depan
ruangan dan di bagian dalam rumah sakit. Hampir sama pelayanan di depan dan di
dalam ruangan, pelayanan termasuk memuaskan responden atau masyarakat karena
sikap petugas yang tanggap dan sikap ramah yang di berikan. Hanya saja di
bidang administrasi pembayaran yang menurut saya terbilang mahal dari tempat
lain. Entah itu mahal karena harga miring dai yang lain maupun karena kualitas obat
yang lebih bagus dari yang lain. Selain itu yang kurang dari pelayanan petugas
ialah kurang nya keramahan dari petugas kebersihan. Mungkin petugas kebersihan
terlalu fokus dengan perkerjaannya.
Yang
kedua ialah penelitian berdasarkan suara masyarakat yang saya bagi dalam
beberapa golongan, bukan golongan orang kaya, menengah, ataupun miskin, namun
yang saya pakai adalah klasifikasi masyarakaat yang di dalam administrasi
adalah pembiayaan mandiri, BPJS, ataupun Jamkesmas dari pemerintah. Yang
pertama ialah responden yang bernama Parmati, umur 34 tahun, beralamat di
daerah Gandekan kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, pendidikan terakhir SLTA,
pekerjaan tani. Yang di rawat inap adalah ayahnya yang sedang sakit stroke, dan
sudah 4 hari rawat inap di sana. Karena ayahnya tidak memiliki Jamkesmas dan
BPJS, jadi pembiayaan di lakukan dengan mandiri. Ketika saya tanyai mengapa
tidak membuat BPJS dan mengapa memilih pembiaaaan mandiri yang biayanya cukup
mahal, beliau menjawab karena ayahnya tidak pernah sakit sebelumnya, dan
saudara ibu Parmati banyak, jadi jika membuat BPJS akan mendapatkan tanggungan
yang cukup besar bagi beliau, jadi memilih dengan menggunankan pembiayaan
mandiri Menurut ibu Parmati di dalam pelayanan dan keramahan yang di dapatkan
sudah di rasa puas. Karena pada saat awalnya pemeriksaan, petugas sangat sigap
dalam memeriksa, dan saat itupun petugas memberikan kesimpulan bahwa harus di
rawat inap. Dan sudah 4 hari ini di rawat, terdapat perubahan yang membaik dari
ayahnya. Selain pelayanan yang memuaskan menurut beliau, petugas pun juga ramah
dalam memeriksa, dan tidak kasar dalam berbicara.
Responden
yang selanjutnya adalah ibu Partilah, umur 42 tahun, beralamat di desa Mangunan
Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar, pendidikan terakhir SD, pekerjaan
wiraswasta. Ibu Partilah ini termasuk di dalam penggolongan melalui Jamkesmas
dari pemerintah. Menurut beliau, pelayanan dan keramahan yang di berikan
terbilang memuaskan. Contohnya pada saat ibu Partilah ini mendaftarkan ayahnya
yang sedang sakit gejala paru-paru. Awalnya mendaftarkan diri sebagai
pembiayaan mandiri. Tetapi beberapa waktu kemudian, petugas malah mensarankan
jika beliau mempunyai Jamkesmas alangkah baiknya melalui Jamkesmas saja agar
tidak di kenai pembiayaan. Karena ibu Partilah tidak mengetahui jika bisa
melalui Jamkesmas di rumah sakit swasta, lalu ibu Parmilah di beri waktu 3 hari
untuk mengurusi surat-suratnya dan akhirnya tidak perlu dengan pembiayaan
mandiri. Pelayanan tersebut memudahkan dan meringankan ibu Partilah. Mengenai pelayanan
yang lain sama dengan responden yang pertama. Ibu Partilah sangat puas terhadap
pelayanan, petugas juga cepat dalam menindaklanjuti atas keluahan-keluhan
ayahnya yang sakit.
Yang
terakhir adalah Bapak Ahmad Sucipto, umur 52 tahun, alamat di desa Dadaplangu
Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, pendidikan terakhir adalah SLTP, pengerjaan
usaha ternak ayam. Bapak Ahmad Sucipto berpenampilan sederhana, dengan memakai
gelang jam, memegang handphone, dan mengendarai motor saat menuju rumah sakit.
Bapak Ahmad Sucipto ini termasuk penggolongan melalui BPJS. Yang di rawat inap
di sana adalah istrinya yang sudah tiga hari di sana. Sama halnya dengan
responden yang lain, dalam bidang pelayanan dan tentang keramahan sudah
memuaskan bagi responden.
Kesimpulan
dari penelitian yang saya lakukan adalah bahwa di RS Ananda tidak
membeda-bedakan tentang golongan masyarakat yang datang ke sana. Semua di
berlakukan sama dan adil. Pelayanannya pun juga disiplin dalam memberikan
makanan dan obat-obatan. Keramahan petugas juga menjadi kepuasan yang di terima
oleh responden. Keramahan tersebut berupa pemeriksaan dari dikter, petugas
pemberi makanan atau gizi setiap jadwalnya, maupun dari petugas lain yang tidak
kasar dalam bertutur kata. Hanya saja, tentang pembiayaan rawat inap yang
mandiri, pembiayaannya tergolong cukup mahal, karena RS Ananda termasuk rumah
sakit swassta. Tetapi walaupun begitu, tetap saja banyak orang yang memilih
kesana untuk pemeriksaan dan rawat inap. Karena kebanyakan masyarakat juga
sudah mengetahui kenerja dari petugas.
Setelah
para peneliti memaparkan hasil penelitaiannya maka moderator memberikan
kesempatan kepada anggota keompok untuk membahas tentang hasil penelitian
tersebut yaitu tentang :
1. bagaimana
pengaruh masyarakat yang berasal dari latar belakang yang berbeda dalam hal
pelayanan?
2. Bagaimana
keramahan petugas dalam hal melakukan pelayanan?
3. Apakah
ada masyarakat yang diperlakukan berbeda saat meminta pelayanan?
4. Bagaimana
kepuasan masyarakat terhadap pelayanan dari petugas?
Jawaban:
1. Menurut
diskusi dari kelompok kami bahwa petugas tidak membeda-bedakan dalam hal
pelayanan ketika masyrakat itu datang dari latar belakang yang berbeda, semua
diperlakukan sama.
2. Keramahan
petugas masuk kategori RAMAH, karena selalu memberi senyuman dan menyapa selain
itu juga keramahan juga diukur dari seberapa jauh petugas dan masyarakat saling
mengenal.
3. Tidak
ada masyarakat yang didiskriminasi semua diperlakukan sama
4. Masyarakat
merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan dan mayoritas terpenuhi apa yang
diperlukannya.
Itulah tadi hasil diskusi
dari kelompok 3, semoga bermanfaat bagi kelompok kami, dan bermanfaat bagi yang
lainnya. Ucapan terimakasih kami ucapkan kepada anggota kelompok, dosen
pembimbing mata kuliah Sosiologi Hukum, T empat
yang dijadikan objek penelitian, para responden atau masyarakat yang telah mau
diwawancarai, dan yang terakhir kepada yang membantu merekam jalannya diskusi.
Diskusi tadi malam ditutup dengan ucapan Alhamdulillah, dan Wallahul Muwaffiq
Ilaa Aqwamith Tharieq Wassalamu’alaikum Wr. Wb.