Selasa, 11 Oktober 2016

SENAT MAHASISWA INTITUT

ARTIEL LEMBGA LEGIS LATIF MAHASISWA
SENAT MAHASISWA INTITUT
IAIN TULUNGAGUNG
Oleh: Ibrahim Kholil Majid

Institut Agama Islam Negri Tulungagung merupakan salah satu perguruan tinggi Islam yang berada di Kabupaten Tulungagung. Di dalam kampus tersebut memiliki berbagai macam lembaga kemahasiswaan sebagai salah satu wujud untuk pengembangan pola pikir mahasiswa baik dalam segi intelektual, seni, bdaya maupun pengembangan bakat mahasiswa. Di dalam lembaga kemahasiswaan di Institut Agama Islam Negri Tulungagung memiliki lembaga Legislatif yaitu lembaga tertinggi dalam tataran keorganisasian Mahasiswa di IAIN Tulungagung lembaga tersebut adalah Senat Mahasiswa Institut. Dulunya bernama DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) berganti nama karena berhubungan dengan beralihnya status Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri menjada institut Agama Islam Negeri.
Lembaga legislatif merupakan suatu lembaga yang melambangkan adanya simbol kedaulatan rakyat. Ini sesuai dengan peran, fungsi dan wewenangnya, yaitu membuat undang-undang, merundingkan permasalahan publik untuk menentukan suatu kebijakan yang berpihak kepada kedaulatan rakyat Indonesia. Jika bercermin kepada lembaga kemahasiswaan yang ada di lingkungan kampus IAIN Tulungagung, maka peran tersebut dijalankan oleh Senat Mahasiswa Institut (SEMA-I) yang fungsi lembaga ini tertuang di AD/ART Keluarga Besar Mahasiswa(KBM) IAIN Tulungagung. Ada tiga fungsi lembaga Legislatif di IAIN Tuungagung yaitu pertama yaitu membuat Undang-undang, kedua mengontrol, menentukan RAPBOM.
Membuat Undag-Undang badalah wewenang lembaga legislatif mahasiswa dalam menentukan kebijakan-kebijakan yang di jalankan ole semua lembaga Intra kampus.
Megontrol dalam artian yaitu mengawasi kinerja dari lembaga-lembaga eksekutif apakah sudah sesuai dengan tupoksinya ataupun bertentangan atau tidak AD ART yang telah dibuat lembaga eksekutif dengan AD-ART Senat mahasiswa. Selain itu  juga mengontrol progam kerja lembaga-lembaga eksekutif yang telah di buat apakah sudah sesuai dengan tupoksi lembga masing-masing atau belum.
Menentukan RAPBOM (Rancangan Anggaran Penunjang ) dalam menentukan RAPBOM ini melalui rapat dengan pihak wakil rektor bidang kemahasiswaan dan kerjasama, presiden mahasiswa, dan Senat mahasiswa.
Senat Mahasiswa sebagai lembaga pengemban kedaulatan atau badan yang menjalankan kedaulatan yang bertugas untuk membentuk kebijakan yang mencerminkan dari keinginan mahasiswa. Jadi, kebijakan tersebut nantinya bukanlah dari suatu pihak atau golongan semata. Untuk itu, badan legislatif mahasiswa haruslah mencerminkan representasi dari mahasiswa – mahasiswa yang ada.
            Peran legislatif mahasiswa sebagai penyerap aspirasi mahasiswa dan menjaga stabilitas harus mampu mendorong hal tersebut. Penyadaran tentang hak politik mahasiswa dan pemahaman tentang penindasan negara melalui sistem pendidikan harus mulai diinjeksikan kepada kalangan mahasiswa dan legislatif mahasiswa sebagai upaya membangun kekuatan dan konsolidasi menghadapi manuver dari banyaknya pejabat legislatif yang memiliki pengaruh kuat untuk merusak bangsa. Sehingga dalam kurun beberapa waktu kedepan bukan hanya segelintir aktivis mahasiswa tetapi akan tumbuh ratusan bahkan ribuan mahasiswa yang siap untuk merevolusi parlemen negeri ini yang tentunya dimulai dari Lembaga Legislatif Mahasiswa.
Senat mahasiswa institut ini memiliki 4 komisi dalam menjalankannya roda organisasi. Pertama  komisaris A yaitu komisi geo politik. Geo politik ini memiliki tugas seperti halnya merevisi AD-ART lembaga eksekutif yang tidak relevan. Merancang Ad-art. Geo politik selain itu juga memiliki progam harian yaitu melayani konsultasi dalam hal AD-ART, progam kera lembaga eksekutif, ataupun dalam hal membuat surat menyurat. Memiliki agenda tahunan yaitu agenda yang sangat di tunggu-tunggu oleh semua lembaga intra kampus yaitu KONGRES MAHASISWA. Kenapa agenda ini yang ditunggu-tunggu karena agenda ini merupakan  merancang kembali Aturan atau AD ART untuk setahun kemudia. Hasil dari kongres itulah yang bakal menjadi acuan seluruh lembaga di intra kampus. Karena Kongres ini juga akan menentukan jalannya organisasi ke depannya
Komisi B yaitu komisi GBHO/GBPK (garis-garis besar haluan organisasi/ garis-garis besar program kerja kemahasiswaan) komisi ini memiliki tugas melaksakan koordinasi dengan lembaga eksekutif. Hal tersebut diwujudkan dalam agenda bulanan yaitu rapat koordinasi dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut. Tujuan dari rapat ini sendiri adalah mengevaluasi kinerja dari dewan eksekutif mahasiswa institut dan seluruh lembaga di bawah dewan eksekutif mahasiswa institut. Salain itu juga menyuruh seluruh lembaga eksekutif wajib menyetorkan progam kerja selama satu tahun ke depan.  Tugas Komisi B ini juga ikut menentukan RAPBOM.
Komisi C  Aspirasi yaitu komisi ini memiliki tugas menampung aspirasi dari seluruh mahasiswa IAIN Tulungagung baik aspirasi bersifat akademik, layanan perpustakaan, fasilitas kampus,  dan lain-lain. Selain itu komisi C ini juga memiliki progam kerja membuat kotak aspirasi yang di pasang di tempat umum kampus dan juga berbentuk angket yang di publikasikan  bisa juga di donlowad di Blog senat mahasiswa institut agama Islam negri. Setelah menampung aspirasi dari mahasiswa tugas dari komisi C ini juga sebagai advokasi dengan pihak rektorat untuk menyampaikan aspirasi dari mahasiswa.
Komisi Institusi yaitu komisi ini memiliki wewenang mengawal jalannya lembaga di tataran Dewan eksekutif mahasiswa fakultas ke bahawah samapai himpunan mahasiswa jurusan. Baik dalam mengawal kegiatan maupun pengawalan AD ART. Selain itu komisi institusi ini juga memiliki tugas membuat lembaga baru di tataran organisasi mahasiswa seperti halnya ada jurusan baru nanti tidak langsung secara resmi menjadi himpunan mahasiswa jurusan akan tetapi masuk dalam komunitas mahasiswa jurusan. Kenapa masuk dalam komunitas mahasiswa jurusan? Karena secara institusional komunitas ini belum masuk dalam AD ART senat mahasiswa institut dalam artian komunitas mahasiswa jurusan ini belum berhak mendapatkan fasilitas ataupun belum berhak mendapatkan dana bantuan dan juga dana penunjang organisasi layaknya himpunan mahasiswa jurusan. Maka dari itu komisi institusi ini mengemban, mengawal dan membuat dari komunitas  mahasiswa jurusan menuju himpunan mahasiswa. Pengawalannya yaitu berupa pendampingan dalam memenuhi persyaratan administrasi yang harus di penuhi untuk menjadi himpunan mahasiswa jurusan. Seperti halnya persyaratannya pernah mengikuti kegiatan di Tataran lembaga organisasi kampus sebnyak 5 kali dalam satu periode kepengurusan, pernah membuat agenda minimal 2 kali selama satu periode kepengurusan dan mendapatkan pengakuan dari seluruh lembaga intra kampus.
Senat mahasiswa institut mungkin juga tak akan berjalan dengan baik jika tanpa alat penunjang untuk merealisasikan sebuah tujuan organisasi. Maka dari itu senat mahasiswa dalam menjalankannya roda organisasi memiliki alat-alat penunjang yaitu:
1.      Kantor Lembaga
2.       Lemari
3.      komputer
4.      Meja komputer
5.      Printer
6.      Kertas

Selanjutnya Senat mahasiswa institut juga memiliki lambang lembaga yaitu persis dengan lambang perguruan institut agama Islam negeri Tulungagung namun di bahwah lambangnya ada tulisan SEMA-I IAIN Tulungagung. Seperti halnya contoh di bawah ini.

Senat mahasiswa juga memiliki tradisi yang tertulis dan tidak tertulis anatara lain:
1. Kegiatan yang tertulis: contohnya sudah ada diatas yang tercantum dalam setiap komisi.
2. Kegiatan tidak tertulis: contoh rapat mingguan Sema yang di adakan langsung oleh pengurus harian SEMA-I  setiap hari Rabu jam 12 siang di kantor SEMA I gedung UKM Lantai 3 yang merupakan hasil kesepakatan dengan semua anggota SEMA-I.


Selasa, 04 Oktober 2016

PELAYANAN MASYARAKAT DI KLINIK KESEHATAN


Klinik kesehatan  Madina ini berralamatkan di Desa Mangunan Kecamatan Udanawu Blitar. Pada siang Hari Saya ditemani oleh teman saya Ma’idatul Husna. Sasaran Kami adalah melakukan observasi secara Umum yaitu terkait pelayanan Di Klinik kesehatan Tersebut dengan mewawancarai beberapa Masyarakat yang sedang rawat inap disana. Ada empat masyarakat yang saya wawancarai antara lain sebagai berikut :
Mas Rudi yang aslinnya beralamatkan di desa Kalidawir Kabupaten Tulungagung Tapi, dia ikut istrinnya yang beralamatkan di Desa Kolomayan Kecamatan Wonodadi. Pendidikan terakhir Mas Rudi adalah SMA dan sekarang bekerja sebagai petani di desanya. Mas Rudi adalah orang tua dari anak yang sedang dirawat inap di UGD MADINA ini.
Hasil wawancara dengan Mas Rudi tersebut yaitu yang pertama terkait registrasi pendaftaran pasien disini pelayanannya mudah atau tidak? Menurut mas Rudi pelayanan registrasi yang diberikan termasuk mudah dan termasuk cepat meskipun banyak yang antri tapi juga tertib, terjaga dan aman. Tidak harus menunggu lama seperti halnya di Rumah Sakit yang besar disini menurut Mas Rudi langsung ada penanganan misalkan anaknya tersebut setelah di ruang penginapan oleh dokter langsung di suntik. Saya juga bertannya apakah di rumah sakit ini sudah sesuai prosedur misalkan pasien waktunnya mendapatkan obat atau makan sesuai jadwal  itu apakah ada kendala telat, atau gimana mas? Jawab Mas Rudi: terkait itu alhamdulillah gak ada kendala, misalkan obat, dari dokternya pun memberikan resep apa obat yang harus dibeli untuk di minum sebanyak 3 kali sehari dan makanan pun juga datang sesuai dengan jadwalnya. Dokter dan perawatnya pun memberikan pelayanan yang bagus, baik kepada yang dirawat ataupun keluarga yang dirawat, tidak sombong dan selalu murah senyum. Seberpa puas mas, dengan pelayanan di RS. MADINA ini? Menurut Mas Rudi ini bisa dikatakan sudah cukup puas dengan pelayanan di RS. MADINA ini, karena pelayanannya cukup memuaskan meskipun dia dikalangan masyarakat menengah kebawah.
Meskipun ditanah kelahiran Mas Rudi di Tulungagung ada banyak rumah sakit besar misalkan dr. ISKAK dia lebih memilih di sini karena selain biayanya tidak mahal pelayanannya bagus juga tidak begitu jauh dari tempat tinggal istri.
Dari beberapa wawncara diatas saya menarik kesimpulan bahwa pelayanan yang diberaikan bagus, memuaskan, pelayanannya cukup baik, perwat maupun dokternya cukup ramah dan sopan kepada pasien, penjenguk maupun  Keluargannya.
            Selanjutnya wawancara Saya kepada Bapak Arif yang sedang menunggu anaknya yang masih berumur lima tahun yang sedang dirwat inap di UGD selama empat hari ini. Bapak Arif ini beralamatkan di Desa Kandat Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri dengan Pendidikan tarakhir SMA dan pekerjaannnya yaitu sebagai tani. Hampir sama dengan pertanyaan yang sebelumnya terkait pelayanan awal yaitu registrasi menurut Bapak Arif yaitu baik, bagus, meskipun antri tapi tertib dan lancar tidak ada kendala dan cepat. Menurut bapak terkait kejelasan dan kepastian dokter melaksanakan pelayanan? Menurut Bapak Arif ini tentunnya sudah jelas mas, setelah registrasipun itu langsung ada penanganan dari dokter tanpa menunggu lama seperti halnya di rumahsakit besar. Di sini menurut dia kedisiplinanya alhamdulillah disini para dokter sudah tepat, misalkan waktunnya di perika 3 kali sehari dokternya pun saya kira sudah datang dengan tepat waktunnya, sekaligus memberikan resep obat yang harus dibeli.
Selanjutnya bapak ini pun juga menggunakan BPJS, menurutnya pelayanannya yang di berikan sangat memuaskan karena katannya tidak ada perbedaan anatar yang menggunakan BPJS dengan yang mandiri sama-sama diperlukan dengan adil, sopan, ramah. Kepuasan Bpk Arif di UGD ini cukup puas, dengan penanganan yg cukup cepat karena ketika anak saya, saya bawa kesini kemaren langsung ada penanganan tanpa menunggu lama, dokter dan perawatpun orangnya murah senyum, ramah, dan sopan, hal yang sedemikian itu salah satunnya yang membuat saya puas. Ketika saya melihat pengumuman dilarang menjenguk diatas jam 10 malam saya mencoba tanya bapak Arif yang sudah empat hari menunggu anaknya. Apakah peraturan dilarang menjenguk diatas jam 10 malam, pada kenyataanya hal seperti ini sudah berjalan disini. Sepengetahuan bapak arif ini Memang peraturan tersebut ada mas, jam 10 keataspun masih banyak orang yang menjenguk dan berkeliaran jaan-jalan. Petugas keamanan pun tidak memberikan peringatan ataupun pengetahuan kepada masyarakat yang sedang menjenguk,
Kesimpulan saya memang pelayanan yang telah di berikan oleh RS. MADINA sudah bagus, sudah sesuai dengan prosedur penanganannya cepat, tepat,tanggap, sopan, ramah, sehingga secara tidak langsung akan menanamkan sebuah kepuasan terhadap pelayanan yang telah diberikan oleh Rumah Sakit terhadap Masyarakat dan tidak memandang orang awam maupun orang yang sekirannya kaya, akan tetapi pelayanannya tetap sama. yang sesuai dengan visinya yaitu “Menjadi layanan kesehatan yang tanggap dan menjadi pilihan Masyarakat”. Meskipun ada sedikit kendala dalam hal kedisiplinan orang yang menjenguk kurang ditegaskan karena jam 10 malam lebih pun masih ada yang berkeliaran orang yang menjenguk.
Seterusnya saya mencoba bertanya-tanya kepada ibu samiyah yang beralamatkan di desa ponggok kecamatan ponggok kab blitar. Pendidikan terakhirnya SMA, pekerjaan yaitu sebagai peternak ayam Hasil wawancara dengan Ibu sumiyah yaitu:
Dalam hal registrasi tidak ada kendala dan bahkan meskipun mengantri akan tetapi tidak begitu lama, aman,tertib. Selanjutnya terkait penaganan yang diberikan cukup tanggap karena setelah registrasi pasien langsung ditangani misalkan langsung di suntik ataupun ditindak lanjuti dengan yang lainnya.
Pelayanan yang diberikan selama ini menurut ibu samiyah sangat baik, bagus karena para dokternya secara rutin tepat waktu untuk memeriksa pasien misalkan melihat perkembangannya. Selanjutnya memberikan resep obat yang harus di beli, misalkan keluarga pasien masih tidak memiliki uang pun bisa menghutang dulu. Tapi, ibu samiyah ini merupakan orang yang bisa dikatakan kaya karena dia menjadi bos ternak ayam, dia mencarikan ruangan untuk anaknya pun di ruang yang khusus yang hargannya sekitar tiga ratus ribuan satu hari. Akan tetapi terkait pelayanannya pun sama dengan yang lainnya tidak ada perbedaan terkait pelayanan kesehtan jadi sama-sama adil penanganannya, tapi yang membedakan adalah secara fasilitas kamar yang mungkin agak lebih baik yang saya kira secara strata sosialnya tidak ada penyimpangan.
Para dokter maupun perawatpun menurut bu samiyah sendiri cukuplah ramah, sopan santun terhadap pasien mapun keluarga pasien karena misalkan melihat orang murah tersenyum menyapa dengan lembut, tidak sombong. Sehingga Ibu samiyah sendiri sangat puas terhadap pelayanan yang telah di berikan Klinik Praatama MADINA, ibu samiyahpun tidak ragu lagi dengan pelayanan yang diberikan karena sering ke sini kalau ada apa-apa. Hanya terkait ketertiban jam jenguk malam kurang tertib karena jam sepuluh lebih masih rame kadang orang yang menjenguk.
            Terakhir yaitu Ibu Tina yang sedang menunggu saudarannya yang sakit sekitar masih satu hari. Dia beralamatkan di Srengat Kabupaten Blitar,  pendidikanterakhir SMP dengan pekerjaan di warung makan, umrnya sekitar 46.
Hasil penelitian Ibu tina ini menurut saya hampir sama dengan pendapat-pendapat orang-orang yang sebelumnya saya tanyai. Yang pada intinnya adalah Puas sekali dengan pelayanan RS. MADINA ini dokternya ramah, perawatnya ramah, sopan. Pelayanan dokter, perawatpun juga memuaskan , tidak ada perbedaan antara orang kaya dan orang biasa terkait pelayanannya tetap sama. Hanya saja sedikit berbeda ketika saya bertannya dengan adannya batasan orang menjenguk dimana tidak boleh menjenguk diatas jam sepuluh apakah orang-orang disini sudah menaatinnya menurut ibu tina ini sedikit bertolak belakang dengan pendapatnya Mas Rudi kalau ibu tina menjawab ia memang ada batasannya jam sepuluh malam jadi untuk yang  menjenguk diatas jam sepuluh malam tidak diperbolehkan hanya saja yang diperbolehkan adalah keluarga yang menunggunnya.

Kesimpulan dari empat orang diatas yaitu secara garis besar hampir sama terkait pelayanan mulai registrasi, pelayanan obat, makan, penanganan cepat tanggap, perilaku dokter juga ramah, sopan, santun. Dan lain-lain bisa diktakan bagus dan memuaskan para pasien maupun keluargannya. Tidak ada juga perbedaan antara orang yang kaya, maupun orang yang mengah kebawah,  pelayanan yang di berikan sudah sesuai dengan visi misi dan motto KLINIK PRATAMA MADINA.


PENELITIAN Lembaga Sosial

Hasil Diskusi Kelompok 3
(Stratifikasi Sosial dan Lembaga Sosial)
Nama :
Faishol Nur Rohman        (1712143039)
Ibrahim Kholil Majid        (1712143033)
Lailatul Badriah                 (1712143039)
Maidatul Husna                 (1712143046)

            Pada hari Rabu, 28 September 2016 setelah mendapat tugas dari Bu Zulfa tentang kuliah lapangan yang bertemakan “Stratifikasi Sosial dan Lembaga Sosial” ketua kelas membagi kelompok menjadi 6 kelompok yang berjumlah 4 sampai 5 anggota didalamnya.  Kami ditempatkan dikelompok nomer 3, setelah mengetahui aggota kelompok kami melakukan diskusi sejenak untuk kesepakatan kapan akan melakukan penelitian dan hal hal yang lain diperlukan saat penelitian, dari hasil diskusi tersebut kami sepakat melakukan penelitian pada hari Senin 03 Oktober 2016, dan kami juga sepakat untuk melakukan diskusi setelah melakukan penelitian yaitu pada malam hari. Dalam diskusi tadi malam dimulai sekitar pukul 20:00 WIB yang dimoderatori oleh Ibrahim Kholil Majid, dan kelancaran dalam diskusi tadi malam juga didukung oleh Alifi Muzhaqqy seorang mahasiwa jurusan Ekonomi Syariah yang membantu dalam merekam alur diskusi. Moderator membuka diskusi, stelah memperkenalkan anggota kelompok kemudian moderator mempersilahkan kepada para anggota kelompok untuk memaparkan hasil penelitiannya, pemaparan hasil penelitian dimulai dari Faishol Nur Rohman, lanjut ke Lailatul Badriah, kemudian Maidatul Husna dan yang terakhir adalh moderator sendiri yaitu Ibrahim Kholil Majid. Berikut hasil penelitiannya :
1.      Faishol Nur Rohman
Pemnelitian yang saya lakukan kemarin bertempat di kec. Wlingi tepatnya yaitu pada DINAS PERHUBUNGAN, KOMUNIKASI DAN INFORMASI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR II. Sesampainya di tempat pengujian kendaraan II tersebut saya melihat memang di sini mereka tidak terlihat miskin semua karna memang semua yang datang kesini selalu membawa mobil yaitu mobil khusus angkut barang maupun angkut orang. Jadi, dapat di simpulkan yang berada di tempat pengujian kendaraan tersebut tergolong orang yang mampu  karena tidak ada yang jalan kaki. Setelah itu saya  langsung bergegas mencari beberapa orang untuk saya tanyai mengenai pelayanan yang sudah mereka dapat dari PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR II ini.
Saya menemui seseorang yang berpenampilan menarik kelihatanya ramah, beliau bernama AGUS SETIAWAN beralamatkan doko, pekerjaannya adalah sopir travel, pendidikan terahirnya SMA, berumur 37 tahun,memiliki 2 mobil ( 1 pick up 1 mobil pribadi).  beliau datang ke PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR II untuk menguji kendaraanya secara berkala yang sudah telat dua bulan. Untuk keramahan petugas belimau memaparkan bahwasanya campur campurada yang cuek ada yang ramah. Kalau pelayananya pak agus menilai memuaskan karena pelayanan yang di berikan sudah Profesional dan sesui prosedur
Orang kedua yang saya temui bernama Suwono berumur 52 tahun, beralamatkan di Binangun , memiliki 1 truk, pekerjaan sopir. Datang ke PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR II untuk menguji kendaraanya yaitu truk miliknya. Penilaian beliau terhadap petugas  adalah keramahan yang di dapat kurang  ramah dan untuk pelayanan yang beliau dapat  kurang dalam pelayanannya karena banyak orang yang menunggu lama antrian sampai terlantar untuk uji kendaraan
Orang terakhir yang saya temui adalah bapak fatkur rohman  saya temui beliau di luar area   PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR II  karena penuhnya area tempat parkir. pak fatkur lulusan SMA, memiliki 2 mobil ( 1 L300 1 elf short) beralamatkan di desa Suru Kecamatan Doko, beliau datang kesini sama degan 2 orang yang saya tanyai yaitu ingin menguji mobil angkut orang (elf).  keramahan petugas menurut beliau  cukup ramah karenan PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR II  disini baru di buka,cuman disini selalu menunggu lama untuk antri uji kendaraanya  terlalu lama. Untuk prosedur pelayanan di sini  bapak ini memaparkan cukup memuaskan karena prosedur yang di buat  dijalankan.

2.      Lailatul Badriah
Tempat Penelitian : Kantor Kelurahan Tangkil Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar
Unit Pelayanan      : Pelayanan Administrasi Kependudukan
Alamat                  : Desa Pandean, Jl. Kepundung No. Wlingi Blitar
Motto        : Mudah, Cepat, dan Ramah Dalam Pelayanan, Terdepan Dalam Pembangunan
Visi        : Menjadikan Kelurahan Tangkil terdepan dalam pelayanan dan    Pembangunanyang berwawasan lingkungan, menuju masyarakat yang aman, damai, sehat serta berkualitas
Misi                       :
a.       Peningkatan kualitas sumber daya manusia petugas pelayanan melalui pendidikan dan pelatihan formal atau informal, pemerian motivasi, menumbuhkembangkan keteladanan serta mendorong kreatifitas dalam pelaksanaan tugas.
b.      Peningkatan kualitas administrasi pelayanan publik melalui penyediaan sarana dan prasarana standar pelayananyang jelas, efektif dan efisien, serta tersediannya media yang semakin mempermudah masyarakat untuk mendapatkan pelayanan serta pengawasan yang lebih optimal
c.       Peningkatan kualitas pengembangan pemberdayaan masyarakat dengan menumbuhkembangkan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap pembangunan
Hasil Penelitian :
      Penelitian saya memulai pada pukul 10:00 WIB dikantor Kelurahan Tangkil, setelah melakukan perizinan kemudian saya melakukan wawancara sebagai berikut :
1.      Pak Toib beliau beralamatkan di desa Pandean Kelurahan Tangkil, umur 56 tahun, pekerjaan beliau adalah Petani, dan Pendidikan terkahir adalah SD. Beliau ke kantor Kelurahan untuk mengurus surat kehilangan Kartu Keluaga. Untuk keramahan dari petugas menurut beliau petugas sangat ramah karena beliau sudah kenal dengan petugasnya, tetapi untuk tingkat kepuasan beliau kurang puas karena beliau harus bolak balik ke kantor kelurahan untuk melengkapi berkas berkas.
2.      Bu Dewi seorang guru TK, beralamatkan di desa Tangkil, umur 43 tahun,  Pendidikan terakhir yaitu S1. Keperluan beliau ke kantor kekurahan untuk mengurus surat kehilangan KTP. Menurut beliau terhadap keramahan petugas kurang ramah karena beliau belum kenal dengan para petugas yang melayani disisi lain kurangnya sambutan dari petugas, dan kurangnya senyuman dari petugas. Untuk kepuasan terhadap pelayanan beliau merasa kurang puas karena harus menunggu lama Pak lurah datang untuk memperoleh tanda tangan, karena Pak Lurah sedang rapat.
3.      Mbak Erni seorang pemilik lembaga bimbingan Bahasa Korea “ Jareyo” yang beralamatkan di desa Selotumpuk, umur 45 tahun, pendidikan terakhir yaitu S1 . Keperluan beliau datang ke situ untuk mengurus perizinan memakai balai desa untuk sebuah acara. Menurut beliau terhadap keramahan pertugas sangat ramah karena beliau juga sudah kenal dengan petugas, disisi lain juga diajak ngobrol terlebih dahuu oleh petugas, disambut dengan baik oleh petugas. Tetapi untuk ,kepuasan terhadap pelayanan, beliau merasa kurang puas, alasannya sama seperti Bu Dewi yaitu haus menunggu kedatangan Pak Lurah yang sedang rapat, sehingga harus menunggu kurang lebih 30 menitan.
4.      Mbak Mia Lestari, seorang mahasiswi Universitas Negeri Malang, umur 21 tahun, beralamatkan di desa Tangkil. Tujuannya ke kantor kelurahan untuk mengurus surat beasiswa. Tentang keramahan petugas menurut dia kurang ramah karena tidak menyambut dengan senyuman, disisi lain juga belum kenal dengan petugas. Kejelasan dan kepastian pelayanan menurutnya sangat baik karena tidak harus menunggu lama, karena saat itu Pak Lurah sudah datang dan sangat puas tehadap pelayanan disana.
5.      Mbak Rita, kebetukan dia masih saudara dengan saya, dia bekerja sebagai teller di bank BRI wilayah Malang, pendidikan terakhir S1 Adiministrasi Perkantoran, umur 30 tahun. Kebetulan dia sedang cuti karena habis melahirkan, tujuan Mbak Rita ke kantor kelurahan untuk menanyakan prosedur pembuatan akte kelahiran anaknya yang baru lahir dan juga pembuatan KK baru. Menurut Mbak Rita, petugas dalam melayani termasuk kategori ramah, petugas menjelaskan dengan baik dan jelas bagaimana cara membuat akte kelahiran, dan cara membuat KK. Sehingga untuk kepuasan dalam pelayanan beliau puas terhadap pelayanan di kantor keluruhan.

Itulah hasil wawancara yang saya lakukan dengan beberapa masyarakat. Selain itu saya juga mengamati tentang masyarakat yang saya wawancarai tadi datang dari latar belakang yang berbeda mulai dari segi pendidikan, pekerjaan, dan juga umur. Saya lihat dari penampilannya dari kelima orang yang saya wawancarai juga relatif sama tidak ada yang berlebihan, tetapi untuk orang ketiga yaitu Mbak Erni dari segi penampilannya sangat berbeda dari yang lainnya karena nampak modis dengan baju juga hijabnya, dari tasnya yang dibawa kelihatan barang yang mahal, selain itu juga dilihat dari gadget atau handphone yang dibawa orang yang pertama dan kedua membawa hp biasa (bukan android), sedangkan untuk orang yang ketiga membawa I-phone, orang yang keempat yaitu Mbak Rita membawa Samsung Galaxy Mega yang samapai sekarang masih tergolong mahal dan hanya dapat dibeli oleh orang yang mempunyai uang lebih, dan untuk orang yang kelima yaitu Mbak Mia saya lihat membawa Hp Oppo Neo . Untuk kendaraa yang ditumpangi saat datang ke kantor kelurahan untuk orang pertama menggunakan sepeda dengan alasan jarak antara rumah dengan kantor kelurahan sangat dekat. Orang kedua yaitu Bu Dewi menggunakan motor bebek, untuk orang keempat yaitu Mbak Erni saat datang menggunakan mobil ketika saya tanyai mengapa membawa mobil karena setelah dari kantor kelurahan kan menuju tempat berikutnya untuk bertemu temannya yang ada di Blitar. Orang keempat yaitu Mbak Rita menggunakan motor matik, dan orang kelima juga menggunakan motor matik. Jika dilihat dari latar belakang yang berbeda dari masyarakat yang hadir tidak ada diksriminasi yang didapat masyarakat semua dilakukan sama, tetapi disisi lain tentang keramahan petugas, masyarakat akan merasa petugas sangat ramah ketika disambut dengan senyuman, dan diajak mengobrol atau berbincang-bincang terlebih dahulu, selain itu masyarakat merasa kurang diramahi karena belum saling kenal. Jika dilihat dari tingkat kepuasan yang didapat masyarakat khususnya  dari 5 orang yang telah saya wawancarai tadi mayoritas cenderung kurang puas karena dengan alasan harus menunggu Pak Lurah yang sedikit lama, sehingga ketepatan dalam pelayanan membutuhkan waktu yang lama, selain itu juga ada yang gagal mendapatkan pelayanan karena harus kembali lagi ke kantor kelurahan untuk melengkapi berkas berkas sehingga belum puas karena belum mendapatkan pelayanan. Jika dijabarkan maka
Pendidikan Terakhir
Pekerjaan Utama
Kendaraan Yang di Tumpangi
Handphone atau Gadget yang Dibawa
Cara Berpakaian
 SD = 1  Orang
PNS/TNI/Polri
= 1 Orang
Sepeda  = 1 Orang
HP Biasa = 2 Orang
Dalam Berpakaian relatif sama
SMP = 0 Orang
Pegawai Swasta = 1 Orang
Motor = 3 Orang
HP Android atau I-Phone = 3 Orang

SMA= 0 Orang
Pelajar/Mahasiwa= 1 Orang
Mobil = 1 Orang


S1    = 4 Orang
Wiraswasta=1 Orang




Petani= 1 Orang




3.      IBRAHIM KHOLIL MAJID
Klinik kesehatan  Madina
Visi      : Menjadi Layanan Kesehatan Yang Tanggap dan Menjadi Pilihan Masyarakat
Misi      :Memberikan Pelayanan Kesehatan Yang Bermutu Secara Efektif dan Manusiawi dalam Suasasana yang Ramah Bagi Pasien dan Keluargannya
Motto   :Kami Melayani Allah yang Menyembuhkan

Klinik kesehatan  Madina ini berralamatkan di Desa Mangunan Kecamatan Udanawu Blitar. Pada siang Hari Saya ditemani oleh teman saya Ma’idatul Husna. Sasaran Kami adalah melakukan observasi secara Umum yaitu terkait pelayanan Di Klinik kesehatan Tersebut dengan mewawancarai beberapa Masyarakat yang sedang rawat inap disana. Ada empat masyarakat yang saya wawancarai antara lain sebagai berikut :
Mas Rudi yang aslinnya beralamatkan di desa Kalidawir Kabupaten Tulungagung Tapi, dia ikut istrinnya yang beralamatkan di Desa Kolomayan Kecamatan Wonodadi. Pendidikan terakhir Mas Rudi adalah SMA dan sekarang bekerja sebagai petani di desanya. Mas Rudi adalah orang tua dari anak yang sedang dirawat inap di UGD MADINA ini.
Hasil wawancara dengan Mas Rudi tersebut yaitu yang pertama terkait registrasi pendaftaran pasien disini pelayanannya mudah atau tidak? Menurut mas Rudi pelayanan registrasi yang diberikan termasuk mudah dan termasuk cepat meskipun banyak yang antri tapi juga tertib, terjaga dan aman. Tidak harus menunggu lama seperti halnya di Rumah Sakit yang besar disini menurut Mas Rudi langsung ada penanganan misalkan anaknya tersebut setelah di ruang penginapan oleh dokter langsung di suntik. Saya juga bertannya apakah di rumah sakit ini sudah sesuai prosedur misalkan pasien waktunnya mendapatkan obat atau makan sesuai jadwal  itu apakah ada kendala telat, atau gimana mas? Jawab Mas Rudi: terkait itu alhamdulillah gak ada kendala, misalkan obat, dari dokternya pun memberikan resep apa obat yang harus dibeli untuk di minum sebanyak 3 kali sehari dan makanan pun juga datang sesuai dengan jadwalnya. Dokter dan perawatnya pun memberikan pelayanan yang bagus, baik kepada yang dirawat ataupun keluarga yang dirawat, tidak sombong dan selalu murah senyum. Seberpa puas mas, dengan pelayanan di RS. MADINA ini? Menurut Mas Rudi ini bisa dikatakan sudah cukup puas dengan pelayanan di RS. MADINA ini, karena pelayanannya cukup memuaskan meskipun dia dikalangan masyarakat menengah kebawah. Meskipun ditanah kelahiran Mas Rudi di Tulungagung ada banyak rumah sakit besar misalkan dr. ISKAK dia lebih memilih di sini karena selain biayanya tidak mahal pelayanannya bagus juga tidak begitu jauh dari tempat tinggal istri. Dari beberapa wawncara diatas saya menarik kesimpulan bahwa pelayanan yang diberaikan bagus, memuaskan, pelayanannya cukup baik, perwat maupun dokternya cukup ramah dan sopan kepada pasien, penjenguk maupun  Keluargannya.
Selanjutnya wawancara Saya kepada Bapak Arif yang sedang menunggu anaknya yang masih berumur lima tahun yang sedang dirwat inap di UGD selama empat hari ini. Bapak Arif ini beralamatkan di Desa Kandat Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri dengan Pendidikan tarakhir SMA dan pekerjaannnya yaitu sebagai tani. Hampir sama dengan pertanyaan yang sebelumnya terkait pelayanan awal yaitu registrasi menurut Bapak Arif yaitu baik, bagus, meskipun antri tapi tertib dan lancar tidak ada kendala dan cepat. Menurut bapak terkait kejelasan dan kepastian dokter melaksanakan pelayanan? Menurut Bapak Arif ini tentunnya sudah jelas mas, setelah registrasipun itu langsung ada penanganan dari dokter tanpa menunggu lama seperti halnya di rumahsakit besar. Di sini menurut dia kedisiplinanya alhamdulillah disini para dokter sudah tepat, misalkan waktunnya di perika 3 kali sehari dokternya pun saya kira sudah datang dengan tepat waktunnya, sekaligus memberikan resep obat yang harus dibeli.
Selanjutnya bapak ini pun juga menggunakan BPJS, menurutnya pelayanannya yang di berikan sangat memuaskan karena katannya tidak ada perbedaan anatar yang menggunakan BPJS dengan yang mandiri sama-sama diperlukan dengan adil, sopan, ramah. Kepuasan Bpk Arif di UGD ini cukup puas, dengan penanganan yg cukup cepat karena ketika anak saya, saya bawa kesini kemaren langsung ada penanganan tanpa menunggu lama, dokter dan perawatpun orangnya murah senyum, ramah, dan sopan, hal yang sedemikian itu salah satunnya yang membuat saya puas. Ketika saya melihat pengumuman dilarang menjenguk diatas jam 10 malam saya mencoba tanya bapak Arif yang sudah empat hari menunggu anaknya. Apakah peraturan dilarang menjenguk diatas jam 10 malam, pada kenyataanya hal seperti ini sudah berjalan disini. Sepengetahuan bapak arif ini Memang peraturan tersebut ada mas, jam 10 keataspun masih banyak orang yang menjenguk dan berkeliaran jaan-jalan. Petugas keamanan pun tidak memberikan peringatan ataupun pengetahuan kepada masyarakat yang sedang menjenguk,
Kesimpulan saya memang pelayanan yang telah di berikan oleh RS. MADINA sudah bagus, sudah sesuai dengan prosedur penanganannya cepat, tepat,tanggap, sopan, ramah, sehingga secara tidak langsung akan menanamkan sebuah kepuasan terhadap pelayanan yang telah diberikan oleh Rumah Sakit terhadap Masyarakat dan tidak memandang orang awam maupun orang yang sekirannya kaya, akan tetapi pelayanannya tetap sama. yang sesuai dengan visinya yaitu “Menjadi layanan kesehatan yang tanggap dan menjadi pilihan Masyarakat”. Meskipun ada sedikit kendala dalam hal kedisiplinan orang yang menjenguk kurang ditegaskan karena jam 10 malam lebih pun masih ada yang berkeliaran orang yang menjenguk.
Seterusnya saya mencoba bertanya-tanya kepada ibu samiyah yang beralamatkan di desa ponggok kecamatan ponggok kab blitar. Pendidikan terakhirnya SMA, pekerjaan yaitu sebagai peternak ayam Hasil wawancara dengan Ibu sumiyah yaitu: Dalam hal registrasi tidak ada kendala dan bahkan meskipun mengantri akan tetapi tidak begitu lama, aman,tertib. Selanjutnya terkait penaganan yang diberikan cukup tanggap karena setelah registrasi pasien langsung ditangani misalkan langsung di suntik ataupun ditindak lanjuti dengan yang lainnya. Pelayanan yang diberikan selama ini menurut ibu samiyah sangat baik, bagus karena para dokternya secara rutin tepat waktu untuk memeriksa pasien misalkan melihat perkembangannya. Selanjutnya memberikan resep obat yang harus di beli, misalkan keluarga pasien masih tidak memiliki uang pun bisa menghutang dulu. Tapi, ibu samiyah ini merupakan orang yang bisa dikatakan kaya karena dia menjadi bos ternak ayam, dia mencarikan ruangan untuk anaknya pun di ruang yang khusus yang hargannya sekitar tiga ratus ribuan satu hari. Akan tetapi terkait pelayanannya pun sama dengan yang lainnya tidak ada perbedaan terkait pelayanan kesehtan jadi sama-sama adil penanganannya, tapi yang membedakan adalah secara fasilitas kamar yang mungkin agak lebih baik yang saya kira secara strata sosialnya tidak ada penyimpangan. Para dokter maupun perawatpun menurut bu samiyah sendiri cukuplah ramah, sopan santun terhadap pasien mapun keluarga pasien karena misalkan melihat orang murah tersenyum menyapa dengan lembut, tidak sombong. Sehingga Ibu samiyah sendiri sangat puas terhadap pelayanan yang telah di berikan Klinik Praatama MADINA, ibu samiyahpun tidak ragu lagi dengan pelayanan yang diberikan karena sering ke sini kalau ada apa-apa. Hanya terkait ketertiban jam jenguk malam kurang tertib karena jam sepuluh lebih masih rame kadang orang yang menjenguk.
Terakhir yaitu Ibu Tina yang sedang menunggu saudarannya yang sakit sekitar masih satu hari. Dia beralamatkan di Srengat Kabupaten Blitar,  pendidikanterakhir SMP dengan pekerjaan di warung makan, umrnya sekitar 46. Hasil penelitian Ibu tina ini menurut saya hampir sama dengan pendapat-pendapat orang-orang yang sebelumnya saya tanyai. Yang pada intinnya adalah Puas sekali dengan pelayanan RS. MADINA ini dokternya ramah, perawatnya ramah, sopan. Pelayanan dokter, perawatpun juga memuaskan , tidak ada perbedaan antara orang kaya dan orang biasa terkait pelayanannya tetap sama. Hanya saja sedikit berbeda ketika saya bertannya dengan adannya batasan orang menjenguk dimana tidak boleh menjenguk diatas jam sepuluh apakah orang-orang disini sudah menaatinnya menurut ibu tina ini sedikit bertolak belakang dengan pendapatnya Mas Rudi kalau ibu tina menjawab ia memang ada batasannya jam sepuluh malam jadi untuk yang  menjenguk diatas jam sepuluh malam tidak diperbolehkan hanya saja yang diperbolehkan adalah keluarga yang menunggunnya.
Kesimpulan dari empat orang diatas yaitu secara garis besar hampir sama terkait pelayanan mulai registrasi, pelayanan obat, makan, penanganan cepat tanggap, perilaku dokter juga ramah, sopan, santun. Dan lain-lain bisa diktakan bagus dan memuaskan para pasien maupun keluargannya. Tidak ada juga perbedaan antara orang yang kaya, maupun orang yang mengah kebawah,  pelayanan yang di berikan sudah sesuai dengan visi misi dan motto KLINIK PRATAMA MADINA.
4.      Maidatul Husna
Penelitian di RS Ananda
Telepon          : 342553472
Alamat            : Jalan Mastrip No. 14 Srengat
Lokasi             : Blitar, Jawa Timur
Tipe                : Swasta
VISI :
Mewujudkan RSU Ananda sebagai rumah sakit pilihan utama yang berpenampilan, berprofesi, dan beretika bagi masyaraakat.
MISI :
Mewujudkan pelayanan masyarakat yang profesionl, beretika dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Mewujudkan pelayanan yang terbaik sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat.
Mewujudkan suasana pelayanan rumah sakit yang ramah dan nyaman.

Saya melakukan penelitian pada hari Senin tanggal 03 Oktober 2016, di mulai pada pukul 12 siang. Penelitian yang saya lakukan di dampingi oleh rekan saya Ibrahim Kholil Majid. Saya memilih di unit kesehatan karena menurut saya bidang kesehatan sangat dinilai masyarakat berupa pelayanan yang mereka peroleh dari berbagai tempat pelayanan seperti bidan, puskesmas, maupun rumah sakit. Di lain hal, responden di unit rumah sakit tidak di batasi kedatangan nya di tempat tersebut, karena responden yang selalu di tempat dan menjaga keluarganya yg sedang di rawat inap jadi bisa di wawancarai. Berbeda dengan pelayanan publik lainnya, yang kedatangan responden di batasi oleh waktu, jadi wawancaranya tidak bisa berlama-lama dan tidak bisa santai.
Di dalam penelitian yang saya lakukan, saya bedakan menjadi dua, yaitu pengamatan saya sendiri mengenai bagaimana pelayanan petugas dan wawancara terhadap responden yang saya bagi dalam beberapa golongan untuk bersuara tentang layanan yang di berikan. Yang pertama yaitu penelitian berupa pengamatan yang saya lakukan. Dari pengamatan saya membagi menjadi 2 tempat yaitu di bagian depan ruangan dan di bagian dalam rumah sakit. Hampir sama pelayanan di depan dan di dalam ruangan, pelayanan termasuk memuaskan responden atau masyarakat karena sikap petugas yang tanggap dan sikap ramah yang di berikan. Hanya saja di bidang administrasi pembayaran yang menurut saya terbilang mahal dari tempat lain. Entah itu mahal karena harga miring dai yang lain maupun karena kualitas obat yang lebih bagus dari yang lain. Selain itu yang kurang dari pelayanan petugas ialah kurang nya keramahan dari petugas kebersihan. Mungkin petugas kebersihan terlalu fokus dengan perkerjaannya.
Yang kedua ialah penelitian berdasarkan suara masyarakat yang saya bagi dalam beberapa golongan, bukan golongan orang kaya, menengah, ataupun miskin, namun yang saya pakai adalah klasifikasi masyarakaat yang di dalam administrasi adalah pembiayaan mandiri, BPJS, ataupun Jamkesmas dari pemerintah. Yang pertama ialah responden yang bernama Parmati, umur 34 tahun, beralamat di daerah Gandekan kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, pendidikan terakhir SLTA, pekerjaan tani. Yang di rawat inap adalah ayahnya yang sedang sakit stroke, dan sudah 4 hari rawat inap di sana. Karena ayahnya tidak memiliki Jamkesmas dan BPJS, jadi pembiayaan di lakukan dengan mandiri. Ketika saya tanyai mengapa tidak membuat BPJS dan mengapa memilih pembiaaaan mandiri yang biayanya cukup mahal, beliau menjawab karena ayahnya tidak pernah sakit sebelumnya, dan saudara ibu Parmati banyak, jadi jika membuat BPJS akan mendapatkan tanggungan yang cukup besar bagi beliau, jadi memilih dengan menggunankan pembiayaan mandiri Menurut ibu Parmati di dalam pelayanan dan keramahan yang di dapatkan sudah di rasa puas. Karena pada saat awalnya pemeriksaan, petugas sangat sigap dalam memeriksa, dan saat itupun petugas memberikan kesimpulan bahwa harus di rawat inap. Dan sudah 4 hari ini di rawat, terdapat perubahan yang membaik dari ayahnya. Selain pelayanan yang memuaskan menurut beliau, petugas pun juga ramah dalam memeriksa, dan tidak kasar dalam berbicara.
Responden yang selanjutnya adalah ibu Partilah, umur 42 tahun, beralamat di desa Mangunan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar, pendidikan terakhir SD, pekerjaan wiraswasta. Ibu Partilah ini termasuk di dalam penggolongan melalui Jamkesmas dari pemerintah. Menurut beliau, pelayanan dan keramahan yang di berikan terbilang memuaskan. Contohnya pada saat ibu Partilah ini mendaftarkan ayahnya yang sedang sakit gejala paru-paru. Awalnya mendaftarkan diri sebagai pembiayaan mandiri. Tetapi beberapa waktu kemudian, petugas malah mensarankan jika beliau mempunyai Jamkesmas alangkah baiknya melalui Jamkesmas saja agar tidak di kenai pembiayaan. Karena ibu Partilah tidak mengetahui jika bisa melalui Jamkesmas di rumah sakit swasta, lalu ibu Parmilah di beri waktu 3 hari untuk mengurusi surat-suratnya dan akhirnya tidak perlu dengan pembiayaan mandiri. Pelayanan tersebut memudahkan dan meringankan ibu Partilah. Mengenai pelayanan yang lain sama dengan responden yang pertama. Ibu Partilah sangat puas terhadap pelayanan, petugas juga cepat dalam menindaklanjuti atas keluahan-keluhan ayahnya yang sakit.
Yang terakhir adalah Bapak Ahmad Sucipto, umur 52 tahun, alamat di desa Dadaplangu Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, pendidikan terakhir adalah SLTP, pengerjaan usaha ternak ayam. Bapak Ahmad Sucipto berpenampilan sederhana, dengan memakai gelang jam, memegang handphone, dan mengendarai motor saat menuju rumah sakit. Bapak Ahmad Sucipto ini termasuk penggolongan melalui BPJS. Yang di rawat inap di sana adalah istrinya yang sudah tiga hari di sana. Sama halnya dengan responden yang lain, dalam bidang pelayanan dan tentang keramahan sudah memuaskan bagi responden.
Kesimpulan dari penelitian yang saya lakukan adalah bahwa di RS Ananda tidak membeda-bedakan tentang golongan masyarakat yang datang ke sana. Semua di berlakukan sama dan adil. Pelayanannya pun juga disiplin dalam memberikan makanan dan obat-obatan. Keramahan petugas juga menjadi kepuasan yang di terima oleh responden. Keramahan tersebut berupa pemeriksaan dari dikter, petugas pemberi makanan atau gizi setiap jadwalnya, maupun dari petugas lain yang tidak kasar dalam bertutur kata. Hanya saja, tentang pembiayaan rawat inap yang mandiri, pembiayaannya tergolong cukup mahal, karena RS Ananda termasuk rumah sakit swassta. Tetapi walaupun begitu, tetap saja banyak orang yang memilih kesana untuk pemeriksaan dan rawat inap. Karena kebanyakan masyarakat juga sudah mengetahui kenerja dari petugas.
           
Setelah para peneliti memaparkan hasil penelitaiannya maka moderator memberikan kesempatan kepada anggota keompok untuk membahas tentang hasil penelitian tersebut yaitu tentang :
1.      bagaimana pengaruh masyarakat yang berasal dari latar belakang yang berbeda dalam hal pelayanan?
2.      Bagaimana keramahan petugas dalam hal melakukan pelayanan?
3.      Apakah ada masyarakat yang diperlakukan berbeda saat meminta pelayanan?
4.      Bagaimana kepuasan masyarakat terhadap pelayanan dari petugas?
Jawaban:
1.      Menurut diskusi dari kelompok kami bahwa petugas tidak membeda-bedakan dalam hal pelayanan ketika masyrakat itu datang dari latar belakang yang berbeda, semua diperlakukan sama.
2.      Keramahan petugas masuk kategori RAMAH, karena selalu memberi senyuman dan menyapa selain itu juga keramahan juga diukur dari seberapa jauh petugas dan masyarakat saling mengenal.
3.      Tidak ada masyarakat yang didiskriminasi semua diperlakukan sama
4.      Masyarakat merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan dan mayoritas terpenuhi apa yang diperlukannya.
Itulah tadi hasil diskusi dari kelompok 3, semoga bermanfaat bagi kelompok kami, dan bermanfaat bagi yang lainnya. Ucapan terimakasih kami ucapkan kepada anggota kelompok, dosen pembimbing mata kuliah Sosiologi Hukum, T empat yang dijadikan objek penelitian, para responden atau masyarakat yang telah mau diwawancarai, dan yang terakhir kepada yang membantu merekam jalannya diskusi. Diskusi tadi malam ditutup dengan ucapan Alhamdulillah, dan Wallahul Muwaffiq Ilaa Aqwamith Tharieq Wassalamu’alaikum Wr. Wb.