Klinik kesehatan Madina ini berralamatkan di Desa Mangunan
Kecamatan Udanawu Blitar. Pada siang Hari Saya ditemani oleh teman saya
Ma’idatul Husna. Sasaran Kami adalah melakukan observasi secara Umum yaitu
terkait pelayanan Di Klinik kesehatan Tersebut dengan mewawancarai beberapa
Masyarakat yang sedang rawat inap disana. Ada empat masyarakat yang saya
wawancarai antara lain sebagai berikut :
Mas Rudi yang aslinnya beralamatkan di desa Kalidawir Kabupaten Tulungagung
Tapi, dia ikut istrinnya yang beralamatkan di Desa Kolomayan Kecamatan
Wonodadi. Pendidikan terakhir Mas Rudi adalah SMA dan sekarang bekerja sebagai
petani di desanya. Mas Rudi adalah orang tua dari anak yang sedang dirawat inap
di UGD MADINA ini.
Hasil wawancara dengan Mas Rudi tersebut yaitu yang pertama terkait
registrasi pendaftaran pasien disini pelayanannya mudah atau tidak? Menurut mas
Rudi pelayanan registrasi yang diberikan termasuk mudah dan termasuk cepat
meskipun banyak yang antri tapi juga tertib, terjaga dan aman. Tidak harus
menunggu lama seperti halnya di Rumah Sakit yang besar disini menurut Mas Rudi
langsung ada penanganan misalkan anaknya tersebut setelah di ruang penginapan
oleh dokter langsung di suntik. Saya juga bertannya apakah di rumah sakit ini
sudah sesuai prosedur misalkan pasien waktunnya mendapatkan obat atau makan
sesuai jadwal itu apakah ada kendala
telat, atau gimana mas? Jawab Mas Rudi: terkait itu alhamdulillah gak ada
kendala, misalkan obat, dari dokternya pun memberikan resep apa obat yang harus
dibeli untuk di minum sebanyak 3 kali sehari dan makanan pun juga datang sesuai
dengan jadwalnya. Dokter dan perawatnya pun memberikan pelayanan yang bagus,
baik kepada yang dirawat ataupun keluarga yang dirawat, tidak sombong dan
selalu murah senyum. Seberpa puas mas, dengan pelayanan di RS. MADINA ini? Menurut
Mas Rudi ini bisa dikatakan sudah cukup puas dengan pelayanan di RS. MADINA
ini, karena pelayanannya cukup memuaskan meskipun dia dikalangan masyarakat
menengah kebawah.
Meskipun ditanah kelahiran Mas Rudi di Tulungagung ada banyak rumah
sakit besar misalkan dr. ISKAK dia lebih memilih di sini karena selain biayanya
tidak mahal pelayanannya bagus juga tidak begitu jauh dari tempat tinggal
istri.
Dari beberapa wawncara diatas saya menarik kesimpulan bahwa
pelayanan yang diberaikan bagus, memuaskan, pelayanannya cukup baik, perwat maupun
dokternya cukup ramah dan sopan kepada pasien, penjenguk maupun Keluargannya.
Selanjutnya
wawancara Saya kepada Bapak Arif yang sedang menunggu anaknya yang masih
berumur lima tahun yang sedang dirwat inap di UGD selama empat hari ini. Bapak
Arif ini beralamatkan di Desa Kandat Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri dengan Pendidikan
tarakhir SMA dan pekerjaannnya yaitu sebagai tani. Hampir sama dengan
pertanyaan yang sebelumnya terkait pelayanan awal yaitu registrasi menurut
Bapak Arif yaitu baik, bagus, meskipun antri tapi tertib dan lancar tidak ada
kendala dan cepat. Menurut bapak terkait kejelasan dan kepastian dokter
melaksanakan pelayanan? Menurut Bapak Arif ini tentunnya sudah jelas mas,
setelah registrasipun itu langsung ada penanganan dari dokter tanpa menunggu
lama seperti halnya di rumahsakit besar. Di sini menurut dia kedisiplinanya alhamdulillah
disini para dokter sudah tepat, misalkan waktunnya di perika 3 kali sehari
dokternya pun saya kira sudah datang dengan tepat waktunnya, sekaligus memberikan
resep obat yang harus dibeli.
Selanjutnya bapak ini pun juga menggunakan BPJS, menurutnya
pelayanannya yang di berikan sangat memuaskan karena katannya tidak ada
perbedaan anatar yang menggunakan BPJS dengan yang mandiri sama-sama diperlukan
dengan adil, sopan, ramah. Kepuasan Bpk Arif di UGD ini cukup puas, dengan
penanganan yg cukup cepat karena ketika anak saya, saya bawa kesini kemaren
langsung ada penanganan tanpa menunggu lama, dokter dan perawatpun orangnya
murah senyum, ramah, dan sopan, hal yang sedemikian itu salah satunnya yang
membuat saya puas. Ketika saya melihat pengumuman dilarang menjenguk diatas jam
10 malam saya mencoba tanya bapak Arif yang sudah empat hari menunggu anaknya.
Apakah peraturan dilarang menjenguk diatas jam 10 malam, pada kenyataanya hal
seperti ini sudah berjalan disini. Sepengetahuan bapak arif ini Memang
peraturan tersebut ada mas, jam 10 keataspun masih banyak orang yang menjenguk
dan berkeliaran jaan-jalan. Petugas keamanan pun tidak memberikan peringatan
ataupun pengetahuan kepada masyarakat yang sedang menjenguk,
Kesimpulan saya memang pelayanan yang telah di berikan oleh RS.
MADINA sudah bagus, sudah sesuai dengan prosedur penanganannya cepat, tepat,tanggap,
sopan, ramah, sehingga secara tidak langsung akan menanamkan sebuah kepuasan
terhadap pelayanan yang telah diberikan oleh Rumah Sakit terhadap Masyarakat
dan tidak memandang orang awam maupun orang yang sekirannya kaya, akan tetapi
pelayanannya tetap sama. yang sesuai dengan visinya yaitu “Menjadi layanan
kesehatan yang tanggap dan menjadi pilihan Masyarakat”. Meskipun ada sedikit
kendala dalam hal kedisiplinan orang yang menjenguk kurang ditegaskan karena
jam 10 malam lebih pun masih ada yang berkeliaran orang yang menjenguk.
Seterusnya saya mencoba bertanya-tanya kepada ibu samiyah yang
beralamatkan di desa ponggok kecamatan ponggok kab blitar. Pendidikan
terakhirnya SMA, pekerjaan yaitu sebagai peternak ayam Hasil wawancara dengan
Ibu sumiyah yaitu:
Dalam hal registrasi tidak ada kendala dan bahkan meskipun
mengantri akan tetapi tidak begitu lama, aman,tertib. Selanjutnya terkait
penaganan yang diberikan cukup tanggap karena setelah registrasi pasien
langsung ditangani misalkan langsung di suntik ataupun ditindak lanjuti dengan
yang lainnya.
Pelayanan yang diberikan selama ini menurut ibu samiyah sangat
baik, bagus karena para dokternya secara rutin tepat waktu untuk memeriksa
pasien misalkan melihat perkembangannya. Selanjutnya memberikan resep obat yang
harus di beli, misalkan keluarga pasien masih tidak memiliki uang pun bisa
menghutang dulu. Tapi, ibu samiyah ini merupakan orang yang bisa dikatakan kaya
karena dia menjadi bos ternak ayam, dia mencarikan ruangan untuk anaknya pun di
ruang yang khusus yang hargannya sekitar tiga ratus ribuan satu hari. Akan
tetapi terkait pelayanannya pun sama dengan yang lainnya tidak ada perbedaan terkait
pelayanan kesehtan jadi sama-sama adil penanganannya, tapi yang membedakan
adalah secara fasilitas kamar yang mungkin agak lebih baik yang saya kira
secara strata sosialnya tidak ada penyimpangan.
Para dokter maupun perawatpun menurut bu samiyah sendiri cukuplah
ramah, sopan santun terhadap pasien mapun keluarga pasien karena misalkan
melihat orang murah tersenyum menyapa dengan lembut, tidak sombong. Sehingga
Ibu samiyah sendiri sangat puas terhadap pelayanan yang telah di berikan Klinik
Praatama MADINA, ibu samiyahpun tidak ragu lagi dengan pelayanan yang diberikan
karena sering ke sini kalau ada apa-apa. Hanya terkait ketertiban jam jenguk
malam kurang tertib karena jam sepuluh lebih masih rame kadang orang yang
menjenguk.
Terakhir yaitu Ibu Tina yang sedang
menunggu saudarannya yang sakit sekitar masih satu hari. Dia beralamatkan di
Srengat Kabupaten Blitar,
pendidikanterakhir SMP dengan pekerjaan di warung makan, umrnya sekitar
46.
Hasil penelitian Ibu tina ini menurut saya hampir sama dengan
pendapat-pendapat orang-orang yang sebelumnya saya tanyai. Yang pada intinnya
adalah Puas sekali dengan pelayanan RS. MADINA ini dokternya ramah, perawatnya
ramah, sopan. Pelayanan dokter, perawatpun juga memuaskan , tidak ada perbedaan
antara orang kaya dan orang biasa terkait pelayanannya tetap sama. Hanya saja
sedikit berbeda ketika saya bertannya dengan adannya batasan orang menjenguk
dimana tidak boleh menjenguk diatas jam sepuluh apakah orang-orang disini sudah
menaatinnya menurut ibu tina ini sedikit bertolak belakang dengan pendapatnya
Mas Rudi kalau ibu tina menjawab ia memang ada batasannya jam sepuluh malam
jadi untuk yang menjenguk diatas jam sepuluh
malam tidak diperbolehkan hanya saja yang diperbolehkan adalah keluarga yang
menunggunnya.
Kesimpulan
dari empat orang diatas yaitu secara garis besar hampir sama terkait pelayanan
mulai registrasi, pelayanan obat, makan, penanganan cepat tanggap, perilaku
dokter juga ramah, sopan, santun. Dan lain-lain bisa diktakan bagus dan memuaskan
para pasien maupun keluargannya. Tidak ada juga perbedaan antara orang yang
kaya, maupun orang yang mengah kebawah,
pelayanan yang di berikan sudah sesuai dengan visi misi dan motto KLINIK
PRATAMA MADINA.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar