SOLIDARITAS DALAM MASYARAKAT
Solidaritas merupakan hal yang sering dibicarakan oleh orang dalam
hidup bermasyarakat. Didalam masyarakat tidak akan lepas dari namannya
solidaritas. Solidaritas bisa jadi anjuran kadang juga bisa menjadi tuntutan
dalam berbagai kelompok atau komunitas masyarakat.Alasan saling tolong menolong
dan karena solidaritas pula para kelompok dalam masayarakat bisa bersatu bahkan
bisa menjadi mendarah daging menjadi sebuah kebiasaan.
Misalnya ketika saya dulu masih Aliyah Akhir ada salah satu program
PKL dan saya ditempatkan pada salah satu tempat terpencil di salah satu daerah
di Kab. Blitar yaitu desa Gunung Gede Kecamatan Wonotirto, tempat yang begitu
sederhana air pun tidak selancar di tempat saya sebelumnya akan tetapi tidak menyurutkan
saya disana untuk mencari ilmu mengabdi kepada masyarakat. Banyak sekali
kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan yang masih kental. Ketika awal datang saya bersama kawan-kawan
saya disambut langsung oleh banyak masyarakat disana. Pada masih awal-awal
disana ada salah satu warga disana yang meninggal dunia. Pada waktu itu kita
melakukan kegiatan sosial berupa takziyah kerumah yang meninggal dunia, disana
masyarakat sangat kental sekali dengan rasa saling gotong royong
berbondong-bondong takziyah sambil membawa sumbangan berupa sembako maupun yang
lainnya. Ketika penguburan pun banyak sekali masyarakat yang ikut
menghantarkannya.
Selanjutnya dalam
pembangunan Masjid pun para masyarakat berbondong-bong ikut melakukan
pembangunan dan itupun tanpa dibayar sepeserpun. Bahkan kebutuhan-kebutuhan
yang diperlukan dalam membangun masjid seperti halnya semen, pasir, batu, cat
maupun yang lainnya itupun ditanggung bersama oleh masyarakat di desa sana
dengan membagi sesuai kemampuannya masing-masing tanpa ada rasa keberatan.
Kegiatan gotong royong pun tidak hanya itu saja. Pada suatu hari
pun ada salah satu warga yang mau membangun rumah disana kita dan para warga
pun juga berbondong-bondong ikut membantu membangun. Itupun sama seperti hal
diatas tadi yaitu keikutan para warga tersebut tanpa ada bayaran satu peserpun
dan merekapun disana tanpa perhitungan justru keikutannya itu mereka sangat
senang dapat saling membantu.
Kegiatan-kegiatan saya disana pun oleh masyarakat diapresiasi
dengan baik oleh masyarakat disana mulai dari kegiatan mengajar mengaji,
mengajar di SMP, SD, TK dan lain-lainnya mereka sangat mendukung program ini.
Karena memang dari segi akademis, agama yang masih kurang. Karena juga masyarakat
disana minim sebuah pengetahuan dari segi formal maupun non formal. jadi ketika
ada sebuah kegiatan-kegiatan seperti itu masyarakat merasa senang karena merasa
di bantu dan sangat antusias. Sampai-sampai waktu penutupan PKL para warga
disana gotong royong membawakan makanan-makanan maupun yang lainnya untuk acara
tersebut. Banyak sekali warga yang datang menghadiri acara tersebut.
Dalam penilaian saya selama mengikuti program PKL tersebut banyak
sekali nilai-nilai yang dapat diambil. Mulai dari nilai kemanusiaan seperti
mencerminkankepedulian dan prinsip gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
Nilai kesopanan dimana para masyarakat disana sangat antusias terhadap kehadiran
kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar