Senin, 05 September 2016

SOLIDARITAS DALAM MASYARAKAT

SOLIDARITAS DALAM MASYARAKAT
Solidaritas merupakan hal yang sering dibicarakan oleh orang dalam hidup bermasyarakat. Didalam masyarakat tidak akan lepas dari namannya solidaritas. Solidaritas bisa jadi anjuran kadang juga bisa menjadi tuntutan dalam berbagai kelompok atau komunitas masyarakat.Alasan saling tolong menolong dan karena solidaritas pula para kelompok dalam masayarakat bisa bersatu bahkan bisa menjadi mendarah daging menjadi sebuah kebiasaan.
Misalnya ketika saya dulu masih Aliyah Akhir ada salah satu program PKL dan saya ditempatkan pada salah satu tempat terpencil di salah satu daerah di Kab. Blitar yaitu desa Gunung Gede Kecamatan Wonotirto, tempat yang begitu sederhana air pun tidak selancar di tempat saya sebelumnya akan tetapi tidak menyurutkan saya disana untuk mencari ilmu mengabdi kepada masyarakat. Banyak sekali kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan yang masih kental.  Ketika awal datang saya bersama kawan-kawan saya disambut langsung oleh banyak masyarakat disana. Pada masih awal-awal disana ada salah satu warga disana yang meninggal dunia. Pada waktu itu kita melakukan kegiatan sosial berupa takziyah kerumah yang meninggal dunia, disana masyarakat sangat kental sekali dengan rasa saling gotong royong berbondong-bondong takziyah sambil membawa sumbangan berupa sembako maupun yang lainnya. Ketika penguburan pun banyak sekali masyarakat yang ikut menghantarkannya.
Selanjutnya  dalam pembangunan Masjid pun para masyarakat berbondong-bong ikut melakukan pembangunan dan itupun tanpa dibayar sepeserpun. Bahkan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam membangun masjid seperti halnya semen, pasir, batu, cat maupun yang lainnya itupun ditanggung bersama oleh masyarakat di desa sana dengan membagi sesuai kemampuannya masing-masing tanpa ada rasa keberatan.
Kegiatan gotong royong pun tidak hanya itu saja. Pada suatu hari pun ada salah satu warga yang mau membangun rumah disana kita dan para warga pun juga berbondong-bondong ikut membantu membangun. Itupun sama seperti hal diatas tadi yaitu keikutan para warga tersebut tanpa ada bayaran satu peserpun dan merekapun disana tanpa perhitungan justru keikutannya itu mereka sangat senang dapat saling membantu.
Kegiatan-kegiatan saya disana pun oleh masyarakat diapresiasi dengan baik oleh masyarakat disana mulai dari kegiatan mengajar mengaji, mengajar di SMP, SD, TK dan lain-lainnya mereka sangat mendukung program ini. Karena memang dari segi akademis, agama yang masih kurang. Karena juga masyarakat disana minim sebuah pengetahuan dari segi formal maupun non formal. jadi ketika ada sebuah kegiatan-kegiatan seperti itu masyarakat merasa senang karena merasa di bantu dan sangat antusias. Sampai-sampai waktu penutupan PKL para warga disana gotong royong membawakan makanan-makanan maupun yang lainnya untuk acara tersebut. Banyak sekali warga yang datang menghadiri acara tersebut.

Dalam penilaian saya selama mengikuti program PKL tersebut banyak sekali nilai-nilai yang dapat diambil. Mulai dari nilai kemanusiaan seperti mencerminkankepedulian dan prinsip  gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai kesopanan dimana para masyarakat disana sangat antusias terhadap kehadiran kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar